
Karangasem — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem terus memperluas dampak positif program 1D1K (One Day One Thousand) Bagi Berkah melalui kegiatan pendampingan pemberdayaan ekonomi umat yang dilaksanakan di KUA Kecamatan Sidemen, Minggu (15/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memperkuat tata kelola zakat, infak, dan sedekah agar lebih produktif serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pendampingan strategis ini dihadiri oleh Kepala KUA Sidemen, Penata Layanan Operasional (PLO), Neny Suhaeni selaku Chief Operating Officer YAKESMA, serta jajaran pengurus YAKESMA Provinsi Bali. Kehadiran perwakilan YAKESMA Pusat tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus penguatan sinergi dalam pengelolaan dana umat di tingkat kecamatan.
Dalam sambutannya, pihak Kemenag Karangasem menegaskan bahwa program 1D1K bukan sekadar gerakan sedekah harian, melainkan gerakan kolektif untuk membangun kemandirian ekonomi umat. Dengan konsep sederhana—menyisihkan seribu rupiah setiap hari—dana yang terkumpul dikelola secara profesional untuk mendukung usaha produktif masyarakat binaan YAKESMA Bali.
Fokus pendampingan kali ini mencakup penguatan tata kelola program, peningkatan kapasitas manajemen usaha binaan, serta monitoring pemanfaatan dana agar tepat sasaran. Para pengelola mendapatkan arahan terkait transparansi administrasi, pelaporan keuangan, hingga strategi pengembangan usaha agar mampu bersaing dan berkembang secara berkelanjutan.

Neny Suhaeni menyampaikan bahwa kolaborasi antara Kemenag dan lembaga amil zakat merupakan langkah strategis untuk memastikan dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan. Menurutnya, pendampingan rutin menjadi kunci agar usaha binaan dapat tumbuh stabil serta memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi keluarga penerima manfaat.
Sementara itu, Kepala KUA Sidemen menegaskan komitmennya untuk menjadikan KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang memiliki peran lebih luas. Tidak hanya melayani pencatatan nikah dan administrasi keagamaan, KUA juga diarahkan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat berbasis masjid dan komunitas lokal.
Sinergi antara Kemenag Karangasem dan YAKESMA diharapkan mampu mengoptimalkan dana umat menjadi modal usaha produktif yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Program 1D1K juga menjadi sarana edukasi untuk membangun budaya berbagi secara konsisten, terorganisir, dan berdampak.
Melalui penguatan kolaborasi ini, Kemenag Karangasem berkomitmen menjadikan gerakan 1D1K sebagai model pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan di Kabupaten Karangasem. Dengan tata kelola profesional dan pendampingan intensif, dana umat diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi keluarga, mengurangi ketergantungan, serta menciptakan kemandirian yang berdaya dan bermartabat.