
Jakarta — Laznas YAKESMA kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesadaran keislaman dan kepedulian kemanusiaan melalui kegiatan bertajuk “Perjalanan Mengenal Baitul Maqdis” yang diselenggarakan pada Selasa, 13 Januari 2026, bertempat di Kantor Pusat Laznas YAKESMA
Kegiatan ini dihadiri baik secara luring dan daring oleh seluruh karyawan Laznas YAKESMA pusat dan cabang di seluruh Indonesia serta perwakilan di luar negeri dengan menghadirkan Syaikh DR. Muhammad Said Bakr Hafizhahullah, Ulama Muhaqqiq Hadits Maktab Tahqiq At Turats, Yordania sebagai pembicara utama.
Dalam pemaparannya, Syaikh DR. Muhammad Said Bakr Hafizhahullah menjelaskan bahwa Baitul Maqdis memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam akidah Islam. Selain menjadi kiblat pertama umat Islam, Baitul Maqdis juga merupakan saksi dari perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW dan para nabi sebelumnya. Oleh karena itu, mengenal Baitul Maqdis bukan sekadar memahami sejarah, melainkan juga upaya meneguhkan iman dan identitas keislaman.
“Baitul Maqdis adalah simbol dari akar iman umat Islam. Mengenalnya adalah langkah awal untuk mencintainya, dan mencintainya adalah bagian dari keimanan kita,” tutur Syaikh DR. Muhammad Said Bakr di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa Palestina merupakan negeri yang sarat dengan nilai sejarah, spiritual, dan perjuangan hingga hari ini. Menurutnya, kondisi yang terjadi di Palestina saat ini menuntut perhatian dan kepedulian bersama dari seluruh umat Islam di berbagai belahan dunia.
“Palestina adalah negeri yang penuh sejarah sampai hari ini. Umat Islam tidak boleh terpecah belah, tetapi harus saling peduli satu sama lain dan saling memperhatikan. Ikhtiar dan perjuangan kita harus terus ditingkatkan, terlebih saat ini kondisi Palestina sedang berada dalam situasi krisis,” ungkapnya.
Syaikh DR. Muhammad Said Bakr juga menyampaikan bahwa saat ini masyarakat Palestina tengah menghadapi tantangan berat, termasuk dampak musim dingin (winter) yang semakin memperburuk kondisi kehidupan mereka. Dalam situasi tersebut, dukungan dan kontribusi umat Islam, baik dalam bentuk doa, solidaritas, maupun bantuan kemanusiaan, menjadi sangat berarti.
Menutup pemaparannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya menjadikan kepedulian terhadap Palestina sebagai wacana, tetapi juga diwujudkan dalam langkah nyata dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan Perjalanan Mengenal Baitul Maqdis ini, Laznas YAKESMA berharap dapat menjadi sarana edukasi sekaligus penguatan kesadaran umat tentang pentingnya Baitul Maqdis dan Palestina. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Laznas YAKESMA dalam menumbuhkan semangat ukhuwah Islamiyah serta mendorong partisipasi masyarakat dalam program-program kemanusiaan untuk saudara-saudara di Palestina.
