
Aceh Tamiang – Tim Task Force Tanggap Bencana Lembaga Amil Zakat Nasional YAKESMA melaksanakan kunjungan untuk berdiskusi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang guna menggali informasi terkini terkait dampak bencana, khususnya di sektor pendidikan, pada Minggu (19/1/2026).
Diskusi tersebut berlangsung bersama Muhammad Yani selaku Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang. Dalam pertemuan itu, disampaikan bahwa dari total 459 sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang, sebanyak 391 sekolah terdampak banjir, sementara 68 sekolah tidak terdampak.
Adapun rincian kerusakan akibat banjir meliputi:
Muhammad Yani menegaskan bahwa kebutuhan paling mendesak dalam satu pekan ke depan adalah alat berat di lingkungan pendidikan untuk mempercepat proses pengangkatan lumpur sisa banjir.
“Kebutuhan paling mendesak satu minggu ke depan adalah alat berat di lingkungan pendidikan agar proses pembersihan lumpur dapat segera dilakukan, sehingga guru dan siswa bisa kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Eko Wahyu selaku Ketua Tim Task Force Tanggap Bencana menyampaikan bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu fokus utama program penanggulangan bencana YAKESMA, selain sektor kemanusiaan dan sosial lainnya. Upaya pemulihan pendidikan pascabencana dinilai sangat penting untuk memastikan keberlangsungan proses belajar mengajar bagi anak-anak terdampak.
Melalui pertemuan ini, YAKESMA berharap dapat terjalin sinergi dan kolaborasi antara lembaga filantropi, pemerintah daerah, serta masyarakat luas dalam upaya penanganan dan pemulihan dampak bencana, khususnya di wilayah Sumatera.
YAKESMA berkomitmen untuk terus hadir dan mengambil peran aktif dalam mendukung pemulihan pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan generasi bangsa.