

Nagekeo, NTT, 25 September 2026 — Di tengah proses pemulihan pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), semangat untuk saling membantu terus tumbuh di tengah masyarakat. Hal tersebut terlihat dari aktivitas para relawan Dapur Umum LAZNAS YAKESMA di Nagekeo yang setiap hari bergotong royong menyiapkan makanan bagi para penyintas dan masyarakat terdampak.
CEO LAZNAS YAKESMA, Dr. Romdlon Hidayat, M.Soc.Sc., hadir di Pos Dapur Umum LAZNAS YAKESMA Nagekeo. Kehadirannya menjadi momen untuk menyapa dan memberikan semangat kepada para ibu relawan yang tengah menyiapkan makanan untuk dibagikan kepada para penyintas yang mengungsi di sekitar Dapur Umum dan masyarakat lainnya yang membutuhkan.
Tidak hanya menyapa, Dr. Romdlon Hidayat juga ikut terlibat dalam proses memasak bersama para relawan. Sekitar 10 relawan terlibat dalam aktivitas Dapur Umum tersebut. Mereka juga merupakan warga yang terdampak bencana di wilayah Nagekeo, namun tetap memilih meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu masyarakat lainnya di tengah proses pemulihan.

Setiap hari, para relawan bergotong royong menyiapkan lebih dari 100 porsi makanan untuk para penyintas dan masyarakat terdampak. Keterlibatan mereka menjadi gambaran bahwa semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama tetap tumbuh meski mereka sendiri turut merasakan dampak bencana.
Usai memasak, kebersamaan berlanjut dengan makan bersama. Dr. Romdlon Hidayat bersama para relawan menikmati makanan yang telah disiapkan dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Momen sederhana tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memberikan apresiasi dan dukungan kepada para relawan yang terus berkontribusi dalam pelayanan kemanusiaan.

LAZNAS YAKESMA telah berada di Nagekeo, NTT, sejak 19 Agustus 2026 dalam aksi respons cepat tanggap bencana. Sejak saat itu, LAZNAS YAKESMA terus membersamai masyarakat terdampak bencana di Nagekeo dan wilayah lainnya melalui berbagai bentuk bantuan dan layanan kemanusiaan, termasuk Dapur Umum.
Kehadiran CEO LAZNAS YAKESMA di tengah aktivitas para relawan diharapkan dapat menjadi penyemangat agar semangat berbagi dan gotong royong terus terjaga. Dari Dapur Umum, lebih dari 100 porsi makanan disiapkan setiap hari sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih berada dalam proses pemulihan pascabencana.



