

SURABAYA – Semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap anak yatim mewarnai peringatan Lebaran Yatim 1448 Hijriah di Jawa Timur. Forum Zakat atau FOZ Jawa Timur bersama Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, serta puluhan Lembaga Amil Zakat berkolaborasi menyalurkan 22.456 Bingkisan Lebaran Yatim secara serentak kepada anak yatim, piatu, dhuafa, dan penyandang disabilitas di berbagai wilayah Jawa Timur.
Puncak kegiatan diselenggarakan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur pada Kamis, 25 Juni. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 115 anak yatim dan penyandang disabilitas menerima bantuan secara simbolis berupa paket sembako, perlengkapan sekolah, dan santunan.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Kanwil Kemenag Jawa Timur, pengurus FOZ Jawa Timur, BAZNAS, pimpinan berbagai Lembaga Amil Zakat, serta para mitra yang turut mendukung terselenggaranya program Lebaran Yatim 1448 Hijriah.
Ketua Panitia Lebaran Yatim FOZ Jawa Timur, M. Dzulfikri, menyampaikan bahwa penyaluran puluhan ribu bingkisan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarlembaga mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim.
“Lebaran Yatim bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk menguatkan kepedulian, menghadirkan kebahagiaan, dan memastikan anak-anak yatim merasakan perhatian dari seluruh elemen bangsa. Ketika lembaga zakat, pemerintah, dan masyarakat bersatu, manfaat yang dihasilkan akan jauh lebih besar,” ujarnya.
Dzulfikri menambahkan, sinergi yang telah terbangun menunjukkan bahwa lembaga-lembaga zakat tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan mampu menyatukan kekuatan dalam satu gerakan bersama. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya memperluas jangkauan penerima manfaat, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur turut mengapresiasi kekompakan seluruh pihak dalam menyukseskan program Lebaran Yatim. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, dan lembaga zakat merupakan implementasi nyata dari nilai kepedulian sosial yang diajarkan dalam Islam.
Ia juga menegaskan bahwa bulan Muharram merupakan momentum penting untuk memperkuat kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas. Karena itu, gerakan seperti ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi dapat berkembang menjadi program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Mewakili LAZNAS YAKESMA Jawa Timur, Branch Manager YAKESMA Jawa Timur, Rackhmat Subekti Kimiawan, menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi kunci penting dalam memperluas manfaat zakat kepada masyarakat.
“YAKESMA meyakini bahwa keberhasilan sebuah gerakan sosial tidak hanya diukur dari besarnya bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari kuatnya sinergi yang dibangun. Melalui kolaborasi bersama FOZ Jawa Timur, BAZNAS, Kementerian Agama, dan seluruh lembaga zakat, kami berharap semakin banyak anak yatim yang merasakan kebahagiaan dan mendapatkan dukungan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Semoga semangat memuliakan anak yatim tidak hanya hadir di bulan Muharram, tetapi menjadi gerakan bersama yang terus berkelanjutan sepanjang tahun,” ungkapnya.
Selain penyaluran bantuan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penampilan anak-anak yatim, doa bersama, serta bazar produk UMKM binaan lembaga zakat. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari gerakan filantropi Islam.
Keberhasilan penyaluran 22.456 Bingkisan Lebaran Yatim merupakan hasil kolaborasi berbagai lembaga zakat yang tergabung dalam FOZ Jawa Timur bersama BAZNAS dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Sejumlah lembaga yang turut terlibat antara lain Dompet Dhuafa, YAKESMA, LAZIS Al Haromain, Persada, YBM BRILiaN, Nurul Hayat, BMH, YM, BSI Maslahat, Taman Zakat, MAI, DAU, Dewan Dakwah, Dompet Al-Qur’an, LMI, RIZKI, LAZIS Yamas, Nurul Falah, DT Peduli, PPPA Daarul Qur’an, Rumah Zakat, Sahabat Mustahik, IZI, dan ZIS Indosat.
Melalui gerakan ini, FOZ Jawa Timur bersama seluruh lembaga zakat berharap semangat memuliakan anak yatim tidak hanya diwujudkan pada bulan Muharram, tetapi juga terus diimplementasikan melalui berbagai program pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan penguatan karakter. Dengan demikian, anak-anak yatim diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berprestasi, dan memiliki masa depan yang lebih baik.



