
Aceh Tamiang — Laznas YAKESMA dan Yayasan Amal Malaysia bersama Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Huda Kampung Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang menggelar kenduri makanan tradisional pada Minggu (1/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Beragam kuliner khas Aceh disajikan dalam kegiatan tersebut, di antaranya bubur pedas, kue timpan, rasidah, dan kembang loyang. Kenduri ini menjadi momentum kebersamaan sekaligus pelestarian tradisi yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh, khususnya di Kampung Tanjung Karang.

Acara yang dihadiri oleh jamaah Masjid Al Huda serta warga sekitar Kampung Tanjung Karang ini berlangsung dengan khidmat serta penuh kehangatan. Ketua BKM Al Huda Kampung Tanjung Karang, H. Muttaqin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kenduri makanan tradisional di masjid atau meunasah merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Aceh. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol kegembiraan, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah antarwarga.
“Kegiatan kenduri makanan tradisional ini dilaksanakan sebagai wujud kegembiraan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2026/1447 Hijriah,” ujarnya
Perwakilan Laznas YAKESMA, Niko Rizky Putra selaku Chief Program Officer yang mengawal langsung kegiatan ini menyampaikan rasa syukur atas antusiasme dan rasa kekeluargaan yang dimiliki masyarakat sekitar yang diharapkan dapat terus bergotong royong bersama-sama untuk pulih dari bencana ini.
“Dari kegiatan ini semoga sedikit meringankan beban atas bencana yang terjadi beberapa waktu lalu, ditambah momentum bulan suci Ramadhan yang semakin dekat dapat menjadi penyembuh hati masyarakat agar semakin kuat dan bersama-sama pulih lebih baik dari bencana kemarin,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Laznas YAKESMA berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap tradisi lokal dapat terus terjaga, sekaligus menjadi bekal spiritual masyarakat dalam menyambut dan menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan bagi masyarakat Aceh Tamiang.