

Bogor — LAZNAS YAKESMA meluncurkan program 1.000 Inovasi Desa Berdaya Kampung Madani di Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/10/2026). Peluncuran ini menjadi momentum untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program yang telah menjangkau kampung-kampung di berbagai wilayah Indonesia.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Insan Madani dari seluruh Indonesia. Acara diawali dengan sambutan CEO LAZNAS YAKESMA, Dr. Romdlon Hidayat, M.Soc.Sc., dilanjutkan dengan keynote speech oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., serta peluncuran program bersama jajaran BOD LAZNAS YAKESMA.
Dalam sambutannya, CEO LAZNAS YAKESMA menyampaikan bahwa berbagai bantuan dan program pemberdayaan telah menjangkau kampung-kampung di berbagai wilayah Indonesia. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen LAZNAS YAKESMA untuk memperluas manfaat program, mengembangkan potensi lokal, serta mendorong kemandirian masyarakat.
“Berbagai bantuan dan program pemberdayaan yang kami hadirkan telah menjangkau kampung-kampung di berbagai wilayah Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus memperluas manfaat program, mengoptimalkan potensi lokal, serta mendorong kemandirian masyarakat agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.” Ujarnya

Peluncuran program 1.000 Inovasi Desa Berdaya Kampung Madani menjadi langkah untuk memperkuat upaya tersebut. Melalui berbagai program pemberdayaan, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan peluang yang mendukung kesejahteraan secara berkelanjutan.
Prof. Dr. Arif Satria dalam pemaparannya menekankan pentingnya riset dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, inovasi perlu diarahkan untuk mendukung pembangunan, meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, serta menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi nasional. Potensi produk dalam negeri perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.
“Penguatan koperasi dan UMKM menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi nasional. Potensi produk dalam negeri perlu terus dikembangkan agar memiliki nilai tambah dan mampu berkontribusi terhadap kemajuan bangsa,” ujarnya
Ia turut menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh keterampilan (skillset), tetapi juga oleh pola pikir (mindset) dan karakter. Kreativitas, kepercayaan diri, kemauan untuk terus belajar, kejujuran, kedisiplinan, serta integritas menjadi nilai penting dalam mendukung kemajuan individu maupun masyarakat.

Usai rangkaian acara, Prof. Dr. Arif Satria menyempatkan diri mengunjungi booth yang menampilkan produk-produk pemberdayaan dari berbagai daerah melalui cabang LAZNAS YAKESMA. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung beragam produk yang dipamerkan sebagai bentuk pengembangan potensi lokal di wilayah binaan.
Produk-produk pemberdayaan yang ditampilkan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil pengembangan masyarakat sekaligus membuka peluang agar potensi lokal dapat semakin dikenal dan dikembangkan.
Kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana pemberdayaan masyarakat dapat berjalan seiring dengan pengembangan inovasi dan penguatan ekonomi lokal. Upaya tersebut sejalan dengan pentingnya menghadirkan program yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi dan meningkatkan kemandiriannya.

Melalui peluncuran 1.000 Inovasi Desa Berdaya Kampung Madani, LAZNAS YAKESMA menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program pemberdayaan yang berorientasi pada pengembangan potensi lokal, peningkatan produktivitas, dan kemandirian masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, program ini diharapkan dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.



