

Nagekeo, NTT, 26 September 2026 — CEO LAZNAS YAKESMA, Dr. Romdlon Hidayat, M.Soc.Sc., meninjau langsung kondisi Masjid Agung Baiturrahman Nagekeo yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam kunjungan tersebut, Dr. Romdlon Hidayat didampingi oleh jajaran Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Baiturrahman dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nagekeo. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi terkini bangunan masjid sekaligus mendengarkan rencana pembangunan masjid sementara bagi masyarakat Nagekeo dan sekitarnya.
CEO LAZNAS YAKESMA melihat langsung sejumlah bagian bangunan masjid yang mengalami kerusakan parah akibat gempa. Kondisi tersebut membuat aktivitas ibadah masyarakat harus menyesuaikan dengan keadaan bangunan yang belum sepenuhnya aman untuk digunakan.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Romdlon Hidayat juga berdiskusi bersama DKM mengenai langkah yang akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tempat ibadah masyarakat. Salah satu rencana yang menjadi prioritas adalah pembangunan masjid sementara yang dapat digunakan oleh masyarakat selama proses pemulihan dan perbaikan masjid utama berlangsung.

Menurut Ketua DKM Masjid Agung Baiturrahman, Ustadz Asykari Samsudin, masjid tersebut memiliki sejarah penting dalam perjalanan perkembangan Islam di Flores, NTT. Masjid Agung Baiturrahman yang didirikan pada 1957 disebut menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah penyebaran Islam di wilayah tersebut.
“Masjid ini awalnya menjadi pintu masuk penyebaran Islam di Flores, NTT. Sejak didirikan pada 1957, masjid ini sudah beberapa kali mengalami renovasi dan perbaikan,” ujar Ustadz Asykari Samsudin.
Sebelum terdampak gempa, Masjid Agung Baiturrahman juga dikenal sebagai salah satu masjid terbesar di Pulau Flores. Namun, gempa yang terjadi pada Agustus lalu menyebabkan bangunan masjid mengalami kerusakan cukup parah sehingga diperlukan langkah pemulihan agar masyarakat kembali memiliki tempat ibadah yang aman.

Pembangunan masjid sementara kini menjadi salah satu prioritas DKM bersama para jamaah. Fasilitas tersebut nantinya diharapkan dapat digunakan oleh ribuan jamaah dari Nagekeo dan wilayah sekitarnya, terutama dalam menyambut bulan Ramadan 1448 Hijriah yang diperkirakan berlangsung pada Februari 2027.
LAZNAS YAKESMA berkomitmen untuk mendukung rencana pembangunan masjid sementara tersebut bersama para donatur dan mitra. Dukungan ini diharapkan dapat membantu mempercepat pembangunan sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas ibadah dengan aman dan nyaman.
Melalui kolaborasi bersama DKM, jamaah, donatur, dan para mitra, LAZNAS YAKESMA terus berupaya menghadirkan dukungan bagi masyarakat terdampak bencana agar proses pemulihan dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.




