

Jakarta – LAZNAS YAKESMA menghadiri kegiatan Public Expose Program Zakat dan Wakaf Nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa), Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, di Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi wadah pemaparan capaian pengelolaan zakat dan wakaf nasional sekaligus memperkuat sinergi antara regulator, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Forum Zakat (FOZ), dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia.
Dalam forum tersebut, Ketua Umum Forum Zakat (FOZ), Wildhan Dewayana, memaparkan berbagai capaian sektor zakat nasional sepanjang tahun 2025–2026. Ia menyampaikan bahwa bantuan kemanusiaan yang disalurkan oleh LAZ di wilayah Sumatera mencapai Rp113 miliar.
Pada momentum Ramadan 2026, penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah melalui jaringan LAZ mencapai Rp1,16 triliun atau meningkat sekitar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dana tersebut memberikan manfaat kepada sekitar 5,6 juta penerima manfaat dengan dukungan 1,3 juta muzakki. Sebanyak 80 persen penyaluran difokuskan pada 16 provinsi dengan tingkat kemiskinan ekstrem yang tinggi.
Sementara itu, pada momentum Iduladha 1447 H, penghimpunan program kurban melalui jaringan LAZ mencapai Rp665,7 miliar atau meningkat 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Program tersebut menjangkau sekitar 15,1 juta penerima manfaat dengan melibatkan lebih dari 142.500 pekurban. Distribusi hewan kurban juga berhasil menjangkau seluruh provinsi di Indonesia serta 19 negara lainnya dengan penyaluran lebih dari 95 ribu ekor domba/kambing dan 65 ribu ekor sapi.
Wildhan juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 59 dari 201 LAZ telah menyampaikan laporan audit Kantor Akuntan Publik (KAP) tahun 2025. Dari total penghimpunan sebesar Rp8,1 triliun, sebanyak Rp7,4 triliun telah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, FOZ menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Bimas Islam dan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI atas koordinasi dan pembinaan yang selama ini terus diberikan kepada lembaga zakat. Menurut Wildhan, peningkatan kapasitas amil, penguatan tata kelola lembaga, serta dukungan regulator menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan kinerja LAZ di Indonesia.
Selain itu, FOZ menegaskan bahwa pengelolaan dana sosial keagamaan tidak hanya berfokus pada bantuan yang bersifat karitatif, tetapi juga diarahkan pada program-program pemberdayaan masyarakat agar mustahik dapat mandiri dan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, menyampaikan bahwa BAZNAS melaporkan penghimpunan dana sebesar Rp1,3 triliun dengan tingkat penyaluran mencapai sekitar 90 persen. Dana tersebut berasal dari sekitar 3,9 juta muzakki dan telah memberikan manfaat kepada sekitar 4,5 juta mustahik.

Prof. Waryono menegaskan bahwa program zakat nasional saat ini diarahkan untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem. Ia juga menyampaikan bahwa penghimpunan zakat terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun dan didukung oleh kontribusi berbagai lembaga zakat melalui program-program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Muhibuddin, S.Fil.I., M.E., Kasubdit Kelembagaan dan Informasi Zakat dan Wakaf H. Abdul Fattah, S.E., M.B.A., Kasubdit Pengawasan dan Pengamanan Harta Benda Wakaf H. Jaja Zarkasyi, S.Th.I., serta para pimpinan dan perwakilan lembaga zakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Keikutsertaan LAZNAS YAKESMA dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk terus memperkuat tata kelola zakat, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta memperluas kolaborasi dalam menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.



