

Nagekeo, NTT 25 September 2026 — Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya berdampak pada rumah warga, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan di sejumlah wilayah terdampak. Salah satunya dialami Pondok Pesantren Al-Ummah Al-Islamiyah Nagekeo, Kelurahan Kolikapa, Kecamatan Aesesa, Nagekeo, yang mengalami kerusakan berat akibat gempa.
Bangunan pondok pesantren tersebut telah dinyatakan tidak aman untuk digunakan sebagai tempat kegiatan belajar. Kondisi ini membuat para santri harus mengungsi di tenda sekaligus melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan berbagai keterbatasan.
Melihat kondisi tersebut, LAZNAS YAKESMA menginisiasi pembangunan kelas darurat sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan para santri di tengah proses pemulihan pascabencana. Tiga kelas darurat tersebut diresmikan pada Jumat (25/9/2026) dan langsung dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.

Peresmian kelas darurat tersebut dilakukan secara langsung oleh Dr. Romdlon Hidayat, M.Soc.Sc., selaku CEO LAZNAS YAKESMA, bersama Ustadz Syaiful, selaku Kepala Pondok Pesantren Al-Ummah Al-Islamiyah Nagekeo. Turut hadir mendampingi Wirda Kasim, Branch Manager LAZNAS YAKESMA Nusa Tenggara Timur (NTT), Tim Disaster Risk Management (DRM) LAZNAS YAKESMA, serta para guru dan santri Pondok Pesantren Al-Ummah Al-Islamiyah Nagekeo.
Pembangunan kelas darurat ini menjadi salah satu bentuk respons LAZNAS YAKESMA terhadap kebutuhan pendidikan di wilayah terdampak bencana. Kehadiran ruang belajar yang lebih aman dan nyaman diharapkan dapat membantu para santri dan guru kembali menjalankan aktivitas pembelajaran secara lebih baik, tanpa harus sepenuhnya bergantung pada tenda pengungsian.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Syaiful menyampaikan rasa terima kasih kepada LAZNAS YAKESMA dan seluruh donatur yang telah memberikan dukungan melalui pembangunan tiga kelas darurat. Menurutnya, keberadaan ruang belajar tersebut menjadi kebutuhan prioritas bagi para santri agar proses pendidikan dapat terus berjalan.
“Terima kasih kepada seluruh donatur LAZNAS YAKESMA yang telah membantu membangun tiga kelas darurat ini. Kelas ini memang menjadi prioritas bagi para santri untuk dapat kembali belajar,” ujar Ustadz Syaiful.

Sementara itu, Dr. Romdlon Hidayat, M.Soc.Sc. menyampaikan harapan dan motivasi kepada para guru serta santri agar tetap semangat melanjutkan proses pendidikan di tengah kondisi pascabencana.
“LAZNAS YAKESMA terus mendukung proses pendidikan dan pembelajaran agar sedikit demi sedikit dapat pulih kembali. Semoga hadirnya kelas darurat ini dapat memberikan ruang belajar yang lebih aman dan nyaman bagi para santri serta membantu para guru dalam melanjutkan proses pembelajaran,” ungkapnya.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh CEO LAZNAS YAKESMA bersama Kepala Pondok Pesantren Al-Ummah Al-Islamiyah Nagekeo. Setelah diresmikan, tiga kelas darurat tersebut langsung dapat digunakan oleh para guru dan santri untuk kegiatan belajar mengajar.
Program kelas darurat ini juga menjadi portfolio pertama LAZNAS YAKESMA di Nagekeo, NTT. Ke depan, inisiatif serupa ditargetkan dapat menjangkau institusi pendidikan lainnya yang membutuhkan ruang belajar darurat di wilayah terdampak bencana.
Melalui program tersebut, LAZNAS YAKESMA berkomitmen untuk terus mendukung keberlangsungan pendidikan dalam situasi kebencanaan. Sebab, proses pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali infrastruktur, tetapi juga memastikan hak belajar anak-anak dan para santri tetap dapat berlangsung.



