

Nagekeo, NTT – Alhamdulillah, LAZNAS YAKESMA melalui Disaster Response Management (DRM) terus hadir menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah berbagai kebutuhan darurat disalurkan, perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.
Hampir satu bulan sejak gempa bumi terjadi, aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah terdampak belum sepenuhnya kembali normal. Guncangan yang masih terjadi membuat masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika harus beraktivitas dalam waktu lama di dalam bangunan yang mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut turut berdampak pada kegiatan pendidikan. Sejumlah bangunan sekolah menunjukkan keretakan akibat gempa, bahkan terdapat bagian bangunan yang mengalami kerusakan sehingga belum dapat digunakan seperti kondisi normal. Demi menjaga keselamatan, kegiatan belajar mengajar pun harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

Di tengah keterbatasan tersebut, anak-anak tetap menunjukkan semangat untuk melanjutkan pendidikan. Ruang kelas yang sebelumnya menjadi tempat belajar bersama untuk sementara harus digantikan dengan selasar sekolah, lapangan, bawah pohon, maupun tempat terbuka lain yang dinilai lebih memungkinkan untuk digunakan.
Penyaluran dan pembangunan sekolah darurat dilakukan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 3 Aesesa Kabupaten Nagekeo, SMP Negeri 1 Mauponggo, MAN Nagekeo, serta SD Inpres Towak. Kehadiran tenda diharapkan dapat membantu para siswa dan tenaga pendidik memiliki ruang yang lebih memadai untuk menjalankan aktivitas pembelajaran selama masa pemulihan.
Bantuan sekolah darurat ini bukan hanya ditujukan untuk menyediakan tempat belajar sementara. Kembalinya anak-anak pada rutinitas belajar, dan berinteraksi dengan lingkungan sekolah juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan kehidupan mereka setelah menghadapi situasi bencana.

Melalui hadirnya sekolah darurat, LAZNAS YAKESMA berharap proses pendidikan anak-anak terdampak gempa dapat terus berjalan dan tidak terhenti akibat keterbatasan fasilitas. Bantuan ini sekaligus menjadi salah satu langkah pemulihan pascabencana dengan memastikan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan, tetap mendapat perhatian.
LAZNAS YAKESMA melalui Tim DRM akan terus berupaya mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana. Dukungan para donatur dan masyarakat menjadi bagian penting agar semakin banyak kebutuhan penyintas yang dapat dijangkau dan dipenuhi.



