50 Guru di Nagekeo Belajar Mendongeng untuk Ciptakan Pembelajaran yang Menarik

Nagekeo, 27 September 2026 — Pengalaman LAZNAS YAKESMA dalam melakukan trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana melalui kegiatan mendongeng dikembangkan menjadi pelatihan bagi para guru di Nagekeo. Sebanyak 50 guru dari sekolah formal dan informal, termasuk sekolah negeri dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), mengikuti pelatihan teknik berdongeng di Pesantren Al-Ummah Al-Islamiyah Nagekeo, Minggu (27/9).

Pelatihan ini menghadirkan Sugiyanto, pendongeng yang tergabung dalam tim Disaster Risk Management (DRM) LAZNAS YAKESMA. Kegiatan tersebut diinisiasi setelah metode berdongeng yang digunakan dalam rangkaian trauma healing LAZNAS YAKESMA di berbagai sekolah dan lokasi pengungsian mendapat respons positif dari anak-anak terdampak bencana.

Melalui dongeng, pesan dapat disampaikan dengan cara yang ringan dan menarik. Dalam praktiknya, Sugiyanto yang dikenal dengan nama panggung Waliko menggunakan boneka sebagai salah satu media untuk membangun suasana belajar yang lebih interaktif sekaligus menarik perhatian anak-anak.

Pengalaman tersebut kemudian dibagikan kepada para guru agar teknik berdongeng dapat menjadi salah satu metode alternatif dalam menyampaikan materi pembelajaran. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik yang dipelajari selama pelatihan.

Antusiasme peserta terlihat ketika mereka mencoba berbagai teknik berdongeng, mulai dari saling bercerita, mengeksplorasi penggunaan nada suara dan alur kisah, hingga mempraktikkan secara langsung penggunaan boneka sebagai media dalam mendongeng.

Bagi LAZNAS YAKESMA, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya untuk memperluas manfaat dari pengalaman trauma healing yang telah dilakukan sebelumnya. Jika kegiatan mendongeng dalam trauma healing ditujukan untuk membantu anak-anak mendapatkan suasana yang lebih menyenangkan setelah mengalami situasi bencana, pelatihan ini diharapkan dapat membekali para guru dengan kemampuan yang dapat terus digunakan dalam proses pembelajaran.

Dengan keterampilan tersebut, para guru diharapkan dapat mengimplementasikan teknik berdongeng dalam kegiatan belajar mengajar sehingga penyampaian ilmu menjadi lebih kreatif, menarik, dan mampu mendorong anak-anak untuk lebih bersemangat dalam belajar.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pendekatan sederhana seperti mendongeng dapat dikembangkan menjadi keterampilan yang dapat diteruskan kepada para pendidik dan memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi anak-anak di lingkungan sekolah maupun TPQ.

    Comments are closed

    Tentang Kami
    Yayasan Kesejahteraan Madani (YAKESMA) didirikan pada 4 Juli 2011, sebagai sebuah lembaga amil zakat yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat dan mereka yang telah berjasa dalam pengajaran pendidikan keterampilan pemberdayaan dan dakwah di masyarakat.
    Kontak Kami
    Jalan Teluk Jakarta No 9 Komplek AL Rawa Bambu, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia - 12520
    Telp: (021) 22 789 677 | WA. 0822 7333 3477
    Email: welcome@yakesma.org
    2026 - Yayasan Kesejahteraan Madani
    qris odot