

Nagekeo, NTT, 26 September 2026 — Lebih dari satu bulan setelah gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Agustus 2026, sebagian masyarakat di wilayah pesisir Nagekeo masih menghadapi kondisi sulit. Salah satunya warga Kampung Nelayan, Kelurahan Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, yang hingga kini masih membutuhkan tempat tinggal sementara yang aman dan layak.
Wilayah pesisir menjadi salah satu kawasan yang turut terdampak bencana. Selain merasakan guncangan gempa, masyarakat di sejumlah wilayah pesisir juga sempat mengalami gelombang tsunami kecil yang menerjang kawasan permukiman. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah rumah dan barang milik warga mengalami kerusakan maupun hilang karena masyarakat tidak sempat menyelamatkan harta benda saat bencana terjadi.
Akibat kondisi tersebut, sebagian warga Kampung Nelayan sempat mengungsi ke wilayah yang lebih aman hingga ke pusat Kabupaten Nagekeo. Setelah lebih dari satu bulan berlalu, beberapa warga mulai kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan dan melihat kondisi tempat tinggal mereka.
Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya membuat warga berani kembali beraktivitas seperti sebelum bencana. Gempa susulan yang masih dirasakan membuat sebagian warga memilih untuk tidak tidur di dalam rumah. Mereka kemudian mendirikan tenda di sekitar rumah sebagai tempat beristirahat sementara.

Melihat kebutuhan tersebut, UPZDK Permata Bank Syariah menyalurkan bantuan berupa terpal dan alas tidur bagi masyarakat terdampak bencana di Kampung Nelayan melalui LAZNAS YAKESMA. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung kebutuhan dasar warga yang masih tinggal di tempat pengungsian maupun tenda di sekitar rumah mereka.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari sinergi antara UPZDK Permata Bank Syariah dan LAZNAS YAKESMA dalam merespons kebutuhan masyarakat terdampak bencana di NTT. Bantuan yang dititipkan melalui LAZNAS YAKESMA disalurkan berdasarkan hasil assessment tim Disaster Risk Management (DRM) LAZNAS YAKESMA di wilayah terdampak.
Hasil assessment tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan bentuk bantuan yang dibutuhkan masyarakat di lapangan. Dengan pendekatan tersebut, bantuan diharapkan dapat diberikan secara lebih tepat sasaran sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga pascabencana.

Bagi masyarakat yang masih harus tidur di tenda, terpal dan alas tidur menjadi kebutuhan penting untuk memberikan perlindungan serta meningkatkan kenyamanan selama masa pemulihan. Bantuan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan agar warga dapat secara bertahap kembali menjalani kehidupan setelah terdampak bencana.
Kolaborasi antara lembaga zakat, UPZ, mitra, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana. Melalui sinergi tersebut, dukungan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih terarah berdasarkan kondisi dan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.
LAZNAS YAKESMA terus berkomitmen menghadirkan respon kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di NTT, tidak hanya melalui bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga melalui berbagai program pemulihan yang mencakup aspek sosial, pendidikan, ekonomi, dan tempat tinggal.
Sinergi bersama UPZDK Permata Bank Syariah menjadi salah satu wujud kolaborasi dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat NTT. Dukungan dari para donatur dan mitra diharapkan dapat terus memperkuat proses pemulihan sehingga masyarakat terdampak dapat kembali bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih aman dan layak.



