

Bogor – Solidaritas terhadap Palestina tidak cukup hanya diwujudkan melalui pernyataan dukungan, tetapi harus diterjemahkan menjadi aksi nyata, kolaborasi, dan upaya berkelanjutan dalam membela kemanusiaan. Pesan tersebut disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional sekaligus Presiden Asia Pacific Coalition for Al-Quds and Palestine (APCQP), Prof. Dr. H. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A., dalam kegiatan Palestine on View bertajuk “See Palestine, Hear Palestine, Stand with Palestine” di Bogor, pada Selasa (27/10) lalu.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada LAZNAS YAKESMA sebagai salah satu lembaga filantropi yang aktif memberikan dukungan kepada APCQP serta konsisten membantu perjuangan kemanusiaan rakyat Palestina. Menurutnya, keberadaan berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Indonesia merupakan potensi besar dalam memperkuat gerakan solidaritas untuk Palestina. Dukungan dan keterlibatan lembaga filantropi menjadi modal penting untuk memperluas aksi kemanusiaan sekaligus menjaga keberlanjutan bantuan bagi masyarakat Palestina.
Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh lembaga amil zakat senantiasa diberikan kekuatan untuk terus berkontribusi dan mendapatkan tempat di hati masyarakat. Ia berharap Indonesia dapat terus mempertahankan predikat sebagai salah satu negara paling dermawan di dunia.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perjuangan untuk Palestina membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari masyarakat, lembaga sosial keagamaan, hingga pemerintah. Sinergi dan koordinasi antarpihak perlu terus diperkuat agar dukungan terhadap Palestina dapat diwujudkan melalui langkah-langkah yang lebih konkret.
MUI, lanjutnya, terus berupaya membangun koordinasi dan keterlibatan dengan pemerintah, khususnya dalam mendukung diplomasi Indonesia di panggung internasional agar tetap kuat dalam menyuarakan isu Palestina. Menurutnya, dukungan terhadap Palestina tidak hanya dilakukan melalui diplomasi, tetapi juga melalui gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan. Keterlibatan lembaga filantropi dan lembaga amil zakat memiliki peran strategis dalam menghimpun kepedulian masyarakat serta menyalurkannya menjadi bantuan nyata bagi rakyat Palestina.

“Kita tidak boleh kendor dan mundur dalam membela Palestina dengan cara-cara yang bermartabat. Selamat berjuang untuk kemanusiaan, selamat berjuang untuk membela keadilan, selamat berjuang untuk Palestina.” tegasnya.
Mengusung tagline “See Palestine, Hear Palestine, Stand with Palestine”, kegiatan ini menjadi ruang untuk menyuarakan kondisi kemanusiaan Palestina sekaligus memperkuat solidaritas masyarakat Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara masyarakat, lembaga sosial keagamaan, dan berbagai pihak diharapkan terus terjaga sehingga perjuangan membela kemanusiaan dan keadilan bagi Palestina tidak berhenti pada seruan solidaritas semata.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LAZNAS YAKESMA 2026 yang mengusung tema “Harmonisasi Berdaya: Kokoh Bertumbuh, Luas Berdampak”. Melalui momentum ini, LAZNAS YAKESMA turut menegaskan komitmennya untuk memperkuat kepedulian, kolaborasi, dan aksi kemanusiaan dalam mendukung rakyat Palestina.



