

Palu – LAZNAS YAKESMA Sulawesi Tengah menghadirkan program trauma healing bagi puluhan anak di Desa Kadidia, Kecamatan Nokilalaki, sebagai upaya membantu memulihkan semangat dan keceriaan mereka setelah terdampak bencana. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Kadidia pada Kamis (9/7) ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali bermain, belajar, dan menumbuhkan optimisme bersama.
Program trauma healing dikemas melalui sesi dongeng interaktif yang dibawakan oleh Tim Kampung Dongeng Kota Palu bersama pendongeng Indrid. Dengan suasana yang hangat dan penuh keceriaan, anak-anak mengikuti setiap rangkaian kegiatan didampingi oleh orang tua mereka.
Selain menikmati hiburan edukatif, para peserta juga menerima paket nutrisi sehat yang berisi apel, jeruk, susu UHT, dan makanan ringan sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi anak di masa pemulihan pascabencana.

Branch Manager LAZNAS YAKESMA Sulawesi Tengah, Haris Anwar, mengatakan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kondisi psikologis anak-anak sebagai generasi penerus.
“Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Warga juga menyambut baik kehadiran tim YAKESMA Sulteng,” ujar Haris.
Apresiasi juga disampaikan oleh Panca Mei, Promkes sekaligus Penanggung Jawab Manajemen Terpadu Balita Sakit (MBTS) Desa Kadidia. Ia mengungkapkan rasa syukur atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat, khususnya anak-anak.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kegiatan ini. Kami tidak dapat membalasnya, semoga Tuhan membalas semua kebaikan teman-teman yang sudah hadir,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Telma, Kader Posyandu Desa Kadidia. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan energi positif sekaligus menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk kembali menjalani aktivitas dengan penuh percaya diri setelah melalui masa-masa sulit akibat bencana.
Melalui program ini, LAZNAS YAKESMA menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kemanusiaan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, tetapi juga memperhatikan aspek pemulihan psikososial. Dukungan bagi anak-anak menjadi bagian penting dalam membangun kembali harapan, ketangguhan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat pascabencana.



