
Tanjungpinang, 10 September 2025 – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Yakesma Cabang Kepulauan Riau (Kepri) mendapat kehormatan menjadi narasumber dalam kegiatan Gerakan Selamatkan Pangan yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau di Hotel Aston, Tanjungpinang.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah, akademisi, lembaga sosial, serta komunitas peduli pangan. Forum ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengurangi pemborosan makanan sekaligus memastikan pangan berlebih dapat dimanfaatkan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Yakesma Kepri diwakili oleh Daan Sahrizqi Hidayat selaku Kepala Cabang Laznas Yakesma Kepulauan Riau, yang membawakan materi berjudul “Peran dan Fungsi Laznas Yakesma dalam Gerakan Selamatkan Pangan”. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa lembaga zakat memiliki peran strategis, tidak hanya melalui penghimpunan dan pendayagunaan zakat, infak, serta sedekah, tetapi juga sebagai mitra penting dalam upaya penyelamatan pangan.
“Pangan yang berlebih bukan sekadar sisa, melainkan amanah yang harus dikelola agar memberi manfaat luas. Gerakan penyelamatan pangan merupakan bagian dari ikhtiar menebar maslahat. Dengan kolaborasi lintas sektor, pangan yang berlebih dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Hal ini sejalan dengan semangat keadilan sosial dan keberlanjutan,” jelasnya.
Acara ini juga menghadirkan sesi diskusi panel bersama perwakilan akademisi, lembaga pemerintah, dan organisasi masyarakat. Para peserta sepakat bahwa gerakan penyelamatan pangan membutuhkan komitmen serta kerja sama berkelanjutan untuk menjawab tantangan kerawanan pangan di Kepulauan Riau.
Partisipasi Yakesma Kepri dalam forum ini menegaskan peran zakat sebagai pilar penting pembangunan sosial yang inklusif dan berkeadilan, sekaligus bukti nyata bahwa zakat bukan hanya aktivitas filantropi, melainkan bagian integral dari solusi isu strategis masyarakat.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, Gerakan Selamatkan Pangan diharapkan tidak hanya mampu menekan pemborosan makanan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan pangan.
