Yogyakarta – Yakesma Yogyakarta bersama Yayasan Suluh Melayu Nusantara resmi menandatangani perjanjian kerja sama terkait pengelolaan gedung dan masjid Suluh Melayu, Yogyakarta. Penandatanganan ini dilakukan pada Minggu (08/12) oleh Romdlon Hidayat selaku kepala cabang Yakesma Yogyakarta sekaligus juga sebagai Chief Program Officer (CPO) Yakesma dan Noor Aslan selaku ketua Yayasan Suluh Melayu Nusantara.
Pada acara ini turut hadir berbagai tokoh penting masyarakat Yogyakarta seperti Mahyudin Al Mudra selaku Wakif dan Ketua Pembina Yayasan Suluh Melayu Nusantara, Syukri Fadholi selaku Wakil Walikota Yogyakarta 2001-2006, Prof M. Candra selaku Rektor Madani University, Ust H.A. Khudori, Lc. selaku Tokoh Agama Yogyakarta dan Penasehat Yakesma, serta Kuncoro selaku Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta.
Kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Gedung dan Masjid Suluh Melayu serta sarana dan prasarana dalam rangka memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Yogyakarta. Melalui sinergi ini, diharapkan dapat tercipta berbagai program unggulan di bidang keagamaan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial, seperti Pesantren Penghafal Qur’an, Pusat Pelatihan Digital, Sekolah Lansia, Kelas Parenting, Kontak Jodoh Sakinah dan lainnya. Termasuk dijadikan sebagai pusat pengelolaan, pengembangan, dan konsultasi Zakat di Yogyakarta.
Sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama, dalam acara penandatanganan ini diselenggarakan juga acara santunan kepada 25 anak yatim dan dhuafa. Semoga melalui acara ini menjadi langkah awal untuk terus menebarkan kebaikan, kebahagiaan, dan kebermanfaatan untuk masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.
Yakesma dan Yasayan Suluh Melayu Nusantara berkomitmen untuk saling mendukung dan bekerja sama secara optimal dalam mencapai tujuan bersama yaitu mampu menjadikan Gedung dan Masjid Suluh Melayu sebagai pusat kegiatan keagamaan, dan pendidikan di Yogyakarta.