

Jakarta – Komitmen LAZNAS YAKESMA dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) amil terus diwujudkan melalui penguatan kompetensi yang terstandar. Sebanyak tujuh amil dari berbagai cabang LAZNAS YAKESMA mengikuti Pelatihan dan Uji Kompetensi Sertifikasi Amil Manajer Operasional Zakat yang diselenggarakan Akademizi bekerja sama dengan LSP Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI pada 11–21 Juli 2026.
Ketujuh peserta tersebut adalah Muhammad Shandi Pradana, Ahmad Muhajir, Harris Anwar, Endang Suryati, Wirda Husain Kasim, Rachmad Subekti Kimiawan, dan Ade Chandra. Mereka bergabung bersama 19 peserta lainnya dari berbagai provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatera Utara, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, hingga Nusa Tenggara Timur.
Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi amil zakat agar memiliki standar profesi yang diakui secara nasional sesuai Skema Sertifikasi Manajer Operasional Zakat. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai strategi penghimpunan zakat, pengembangan layanan, penguatan loyalitas muzaki, pendistribusian dan pendayagunaan zakat, kemitraan, sosialisasi zakat, hingga tata kelola, dan pelaporan keuangan.

Rangkaian pelatihan diawali dengan pembelajaran mandiri (asynchronous) pada 11–13 Juli 2026, dilanjutkan sesi pembelajaran daring (synchronous) pada 14–18 Juli 2026 bersama narasumber dari Direktorat Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan, serta praktisi lembaga zakat. Peserta kemudian mengikuti penguatan materi dan persiapan asesmen sebelum menjalani Uji Kompetensi Sertifikasi Profesi Manajer Operasional Zakat pada 21 Juli 2026 yang dilaksanakan oleh asesor kompetensi LSP Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Ketua LSP Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Efa Ainul Falah, mengapresiasi sinergi yang terjalin bersama Akademizi dalam penyelenggaraan program peningkatan kompetensi tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Akademizi atas kerja sama yang telah terjalin dengan sangat baik. Pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi ini berjalan dengan lancar, mulai dari persiapan hingga proses asesmen. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi amil zakat di Indonesia sesuai standar profesi yang berlaku,” ujar Efa.
Sementara itu, Manajer Akademizi, Abu Daud, S.H., M.M., menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas SDM lembaga zakat di Indonesia.
“Kami berharap kerja sama dengan LSP Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI dapat terus berlanjut pada berbagai skema sertifikasi lainnya. Akademizi berkomitmen menghadirkan program peningkatan kompetensi yang relevan dan berdampak bagi kemajuan tata kelola zakat nasional,” ujarnya.
Ketujuh amil LAZNAS YAKESMA dinyatakan lulus kompeten dalam program sertifikasi ini, hal ini menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk terus meningkatkan kapasitas insan amil secara berkelanjutan. Melalui SDM yang kompeten dan tersertifikasi, LAZNAS YAKESMA optimistis dapat menghadirkan layanan penghimpunan, pengelolaan, dan pendayagunaan zakat yang semakin profesional, akuntabel, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.



