

Jakarta, 31 Juli 2026 – LAZNAS YAKESMA resmi membuka kegiatan Rapat Kerja Tengah Tahun 2026 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh seluruh amil dari kantor pusat, kantor cabang, serta kantor layanan di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan pembukaan ini menjadi rangkaian awal Rapat Kerja Tengah Tahun yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jum'at, 31 Juli hingga Ahad, 2 Agustus 2026.
Mengusung tema “Harmonisasi Berdaya, Kokoh Bertumbuh, Luas Berdampak”, pembukaan Rapat Kerja menjadi momentum refleksi capaian semester pertama sekaligus penguatan strategi dan sinergi untuk semester kedua tahun 2026.
Dalam sambutannya, CEO LAZNAS YAKESMA, Dr. Romdlon Hidayat, M.Soc.Sc., menegaskan pentingnya harmonisasi dalam membangun organisasi yang kuat dan berdampak luas. Menurutnya, kekuatan lembaga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi oleh kesatuan visi, hati, dan tujuan seluruh insan YAKESMA.
“Keberhasilan satu unit adalah keberhasilan seluruh organisasi. Tantangan yang dihadapi satu cabang juga menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, kolaborasi dan saling menguatkan antarunit harus terus ditumbuhkan,” ujar Dr. Romdlon.
Ia juga mengajak seluruh amil menjadikan raker sebagai sarana evaluasi, perbaikan, dan penguatan budaya kerja agar YAKESMA semakin kokoh bertumbuh dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan YAKESMA, H. Ade Dodo, menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh amil selama semester pertama 2026. Ia menekankan bahwa seluruh aktivitas di lembaga merupakan amanah yang harus dijalankan dengan perencanaan yang baik, implementasi yang optimal, serta evaluasi yang bertanggung jawab.
“Setiap tugas yang diemban adalah amanah. Karena itu, seluruh proses kerja harus dilandasi nilai-nilai Islam, iman, dan ihsan sehingga menjadi bagian dari ibadah kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), KH. Ulun Nuha, turut memberikan sambutan dan menyampaikan pesan dari Menko PMK yang berhalangan hadir. Ia memaparkan tantangan ekonomi nasional yang dihadapi masyarakat, termasuk meningkatnya kerentanan ekonomi rumah tangga dan menurunnya daya tahan finansial sebagian masyarakat.
KH. Ulun Nuha menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadikan peran lembaga zakat semakin strategis dalam memperkuat perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Di tengah tantangan ekonomi yang ada, lembaga zakat memiliki posisi penting untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui bantuan konsumtif tetapi juga melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Penguatan aspek tata kelola dan kepercayaan publik menjadi perhatian penting dalam sesi berikutnya yang disampaikan oleh H. Agung Yulianto selaku Direktur Utama HNI. Ia menekankan bahwa modal utama lembaga zakat adalah kepercayaan (trust) masyarakat yang dibangun melalui integritas, akhlak, dan sistem organisasi yang baik.
“Trust lebih penting daripada strategi. Kepercayaan dibangun dengan integritas, dipelihara dengan sistem, dan dibuktikan melalui konsistensi pelayanan,” tegasnya.
Ia juga mendorong LAZNAS YAKESMA untuk terus memperkuat tata kelola organisasi serta menyusun strategi jangka panjang agar kebermanfaatan lembaga semakin luas dan berkelanjutan.
Pembukaan Rapat Kerja Tengah Tahun 2026 berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kehadiran amil dari berbagai daerah melalui platform daring menunjukkan komitmen kuat seluruh insan YAKESMA untuk terus bersinergi dalam melayani umat.
Melalui Rapat Kerja Tengah Tahun ini, LAZNAS YAKESMA menargetkan terwujudnya penguatan organisasi, peningkatan kualitas pelayanan, serta perluasan dampak program zakat, infak, sedekah, dan wakaf bagi masyarakat Indonesia.
Kegiatan Rapat Kerja akan dilanjutkan dengan agenda pemaparan capaian kinerja, evaluasi program, penguatan strategi nasional, serta sinkronisasi program antar unit bagi kantor pusat dan cabang di seluruh Indonesia.



