
Jakarta — Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) YAKESMA menyelenggarakan Indonesia Collaboraction Forum 2026 pada Rabu (11/2) di Ballroom Plaza HNI, Jakarta. Forum ini menjadi ruang temu kolaboratif untuk memperkuat sinergi kepedulian dan aksi kemanusiaan berkelanjutan, menjelang bulan suci Ramadhan.
Mengusung tema “Berkah Bahagia untuk Semesta”, kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari mitra strategis, komunitas, relawan, tokoh publik, serta perwakilan pemerintah. Salah satu yang hadir adalah Kasubdit Pengawasan Lembaga Pengelola Zakat Kementerian Agama Republik Indonesia, Ahmad Syauqi, sebagai bentuk dukungan negara terhadap penguatan tata kelola dan kolaborasi zakat nasional.
Dalam sambutannya, CEO LAZNAS YAKESMA Dr. Romdlon Hidayat, M.Soc.Sc. menyampaikan bahwa Indonesia Collaboraction Forum 2026 merupakan bagian dari komitmen YAKESMA untuk menyampaikan program, capaian, dan dampak sosial secara terbuka kepada publik, sekaligus mengajak masyarakat untuk terlibat dalam gerakan kebaikan yang terarah dan berkelanjutan.
“Forum ini kami hadirkan sebagai ruang refleksi dan aksi bersama. Di tengah berbagai tantangan sosial dan krisis kemanusiaan, kolaborasi menjadi kunci agar keberkahan dan kebahagiaan dapat dirasakan lebih luas, tidak hanya secara personal tetapi juga oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Indonesia Collaboraction Forum 2026 juga menjadi momentum public expose program YAKESMA, yang menampilkan jejak kepedulian lembaga dari berbagai wilayah di Indonesia hingga respon kemanusiaan global, termasuk untuk Palestina. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi sebagai wadah edukasi publik, penguatan sinergi, serta ajakan nyata untuk memperluas dampak sosial zakat dan filantropi Islam.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Kajian Ramadan yang disampaikan oleh Cholidi Asadil Alam, S.IKom., M.I.Kom., M.E. memberikan refleksi mendalam tentang makna kepedulian sosial menjelang bulan suci Ramadhan.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk menyiapkan hati, pikiran, dan aksi. Kepedulian kepada saudara-saudara kita di Sumatera yang terdampak persoalan sosial, serta kepada Palestina yang masih berjuang dalam krisis kemanusiaan, adalah bagian dari persiapan spiritual itu sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen perubahan nyata yang dikelola secara kolaboratif dan berkelanjutan, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan tepat sasaran.

Sementara itu, Khalil “Toktok”, content creator yang turut hadir sebagai bagian dari sesi Collaboraction Ramadan, menyampaikan pentingnya peran generasi muda dan media digital dalam menumbuhkan kepedulian sosial. Menurutnya, isu kemanusiaan di Sumatera dan Palestina perlu terus disuarakan dengan pendekatan yang relevan, jujur, dan menyentuh, agar semakin banyak masyarakat tergerak untuk terlibat.
“Anak muda hari ini punya kekuatan besar lewat konten dan media sosial. Kalau kepedulian bisa dikemas dengan cara yang tepat, pesan tentang Palestina, tentang Sumatera, dan tentang pentingnya berbagi di bulan Ramadhan akan sampai dan menggerakkan lebih banyak orang,” ungkap Khalil.
Menjelang Ramadan, nilai spiritual yang dihadirkan dalam forum ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama bahwa semangat berbagi dan kepedulian adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang berdaya dan berkeadilan.
Melalui Indonesia Collaboraction Forum 2026, YAKESMA berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara lembaga, mitra, komunitas, relawan, dan masyarakat luas dalam satu gerakan kebaikan yang berkesinambungan, guna menghadirkan berkah dan bahagia untuk semesta.